Wawancara

Home/Artikel/Wawancara

“Negara Hadir untuk Jujur pada Sejarah”

2017-10-19T13:22:10+00:00 Oktober 17th, 2017|Wawancara|

Reporter: Alexander Haryanto | 17 Mei, 2016 "Negara hadir untuk jujur melihat kembali sejarah bangsa sendiri" Soal jumlah korban 65, "Saya percaya pernyataan komandan tertinggi" "Kalau kita mengakui kesalahan di masa lalu, kita tidak menjadi lemah, justru menjadi kuat" Sebuah Simposium yang bersejarah digelar di Jakarta pada April lalu. Pelaksanaannya sangat penting karena menjadi penanda putusnya [...]

Komentar Dinonaktifkan pada “Negara Hadir untuk Jujur pada Sejarah”

Stories Left Untold, Bukan cuma Jejak Ideologis tapi Kemanusiaan

2017-09-14T08:44:27+00:00 Oktober 2nd, 2016|Artikel, Opini, Wawancara|

  Sumber : Goethe Institut Indonesia ''Stories Left Untold“,  jejak memori yang terlupakan dan terkunci di masa lalu dalam sejarah Jerman dan Indonesia melalui proses pencarian kebenaran yang sangat personal oleh dua fotografer muda : Nora Scheidler (Jerman) dan Rangga Purbaya (Indonesia). Pameran ini dibuka pada tanggal 2 Oktober 2015 di iCAN Gallery di Yogyakarta. [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Stories Left Untold, Bukan cuma Jejak Ideologis tapi Kemanusiaan

Menjadi Eksil, Puisi Eksil, dan Indonesia: Wawancara dengan Agam Wispi

2017-10-07T23:48:09+00:00 Oktober 15th, 2015|Wawancara|

oleh: Hersri Setiawan “Setelah tragedi 1965, ratusan orang yang sedang ditugaskan pemerintah Sukarno untuk sekolah, bekerja maupun melakukan lawatan dinas di luar negeri terhalang pulang. Paspor mereka dicabut dan akses komunikasi ke dalam negeri, bahkan untuk berhubungan dengan keluarga pun, diputus. Melalui wawancara dengan Agam Wispi, seorang penyair terkemuka, para pembaca diajak menelusuri sejarah tragedi ’65, bukan dari [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Menjadi Eksil, Puisi Eksil, dan Indonesia: Wawancara dengan Agam Wispi

Surat Cinta Joshua!

2017-10-07T17:07:24+00:00 Desember 16th, 2014|Opini, Wawancara|

Surat Cinta Joshua! Wawancara dengan Joshua Oppenheimer 1 Jagal (The Act of Killing), film pertama saya membantu membuka, katakanlah mendorong transformasi soal cara Indonesia membicarakan masa lalunya. Publik, media dan akhirnya pemerintah bahkan mulai bicara tentang genosida sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan sebagai sesuatu yang perlu ditangani. Dan, lebih penting lagi bagi saya, bicara tentang [...]