Opini

Keterlibatan Pemerintah Amerika Serikat dalam Genosida Politik 65-66 [‘The Shadow Play’ dan/atau ‘CIA Regime in Indonesia!]

2023-11-08T07:21:54+01:00Juli 7th, 2018|Opini|

ebook FINAL REPORT OF THE IPT 1965 : Findings and Documents of the International People’s Tribunal on Crimes against Humanity Indonesia 1965 Peran Negara-negara lain a) Amerika Serikat Penyediaan daftar nama anggota PKI, ketika pejabat AS yang bersangkutan pasti menyadari bahwa hal ini mungkin akan menyebabkan eksekusi mereka Sumber awal untuk hal ini yakni artikel [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Keterlibatan Pemerintah Amerika Serikat dalam Genosida Politik 65-66 [‘The Shadow Play’ dan/atau ‘CIA Regime in Indonesia!]

Putusan Sidang Pengadilan Rakyat IPT 1965 : Suharto, Militer, Rantai Komando dan Kejahatan Genosida 1965-1966

2024-02-28T07:15:50+01:00Juli 7th, 2018|Opini|

ebook FINAL REPORT OF THE IPT 1965 : Findings and Documents of the International People’s Tribunal on Crimes against Humanity Indonesia 1965   Putusan Pengadilan Rakyat 1965 : Indonesia Lakukan Genosida – cnn indonesia   Ini Rantai Komando Tragedi ’65 dan Tahun-tahun Setelahnya – kbr.id   “Terdapat bukti berlimpah, berangkat dari sejumlah penelitian ilmiah mengenai [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Putusan Sidang Pengadilan Rakyat IPT 1965 : Suharto, Militer, Rantai Komando dan Kejahatan Genosida 1965-1966

Membicarakan 1965: Kita Sudah Pernah Cukup Maju

2018-04-26T21:35:19+02:00April 26th, 2018|Opini|

Suhadi Cholil* | September 19, 2017 Pada hari Sabtu, 16 September 2017, kegiatan seminar yang direncanakan akan mendiskusikan sejarah 1965 dibubarkan Polda Metro Jaya. Jalan menuju kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, tempat kegiatan itu, diblokade aparat sehingga peserta seminar yang sebagiannya dari generasi tua tidak bisa masuk. Hari berikutnya, para aktivis memprotes pelarangan seminar di LBH [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Membicarakan 1965: Kita Sudah Pernah Cukup Maju

Cendrawasih dari Priangan

2018-04-26T21:15:52+02:00April 26th, 2018|Opini|

26 April, 2018 - 00:02 | Hawe Setiawan* INGATAN kolektif, betapapun retaknya, tersimpan di halaman koran. Laporan Gadis Rasid, "Boekencensuur in Indonesië Blijft Aanhouden", dalam NRC Handelsblad, 28 September 1976, mencatat bahwa 99 judul buku karya para penulis Indonesia dilarang beredar oleh pemerintah Indonesia waktu itu. Kejaksaan Orde Suharto mengaitkan buku-buku itu dengan Partai Komunis Indonesia dan organisasi-organisasi [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Cendrawasih dari Priangan

Persekusi dan Opresi Demokrasi

2018-04-03T19:34:46+02:00April 3rd, 2018|Opini|

Oleh: Rasyid Ridha Saragih Runtuhnya pemerintah otoriter Orde Baru menjadi berkah bagi kondisi kebebasan sipil. Namun dalam perjalanannya, kondisi tersebut kini sedang dipertaruhkan. Bila dulu banyak dari tindakan opresi dilakukan secara vertikal oleh Negara terhadap masyarakat, opresi atas kebebasan sipil kini banyak dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat tertentu terhadap kelompok masyarakat lainnya. Opresi tersebut salah satunya [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Persekusi dan Opresi Demokrasi

Genosida Intelektual, UGM dalam Bayang Tragedi ’65

2018-04-01T15:34:17+02:00Maret 30th, 2018|Opini|

28 Maret 2018 Pada rentang waktu 1965-1966, terjadi pembantaian massal di seluruh wilayah Indonesia terhadap para terduga komunis. Semua orang yang berafiliasi ataupun diduga memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) ditangkap dan dibunuh. Mereka yang tertangkap namun tidak dibunuh harus menjalani tahanan, kerja paksa, dan diskriminasi untuk waktu yang lama, bahkan hingga saat ini. [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Genosida Intelektual, UGM dalam Bayang Tragedi ’65

Hilang dan Mati Pasca 65

2017-11-18T11:12:59+01:00November 15th, 2017|Berita, Opini|

15 November 2017 | Gde Putra | Sumber: Indoprogress.Com Meyakininya mati adalah cara untuk bertahan hidup bagi keluarga korban, agar bisa menghindari pertanyaan-pertanyaan mengenai nasib anggota keluarganya yang hilang. Mereka tak ingin pertanyaan-pertanyaan itu memberatkan langkah mereka saat melewati jalan terjal pasca pembantaian massal 65. Mereka harus berjuang dari nol, dipersulit oleh pemerintah, serta dililit stigma PKI. [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Hilang dan Mati Pasca 65

Menelisik Khazanah Arsip Peristiwa 65

2017-10-16T10:44:50+02:00Oktober 13th, 2017|Opini|

13 October 2017 | Aan Ratmanto REZIM yang tengah berkuasa—di mana pun itu berada—pasti akan selalu melakukan ‘kontrol arsip’ untuk kepentingan politiknya. Ketika rezim itu jatuh—dan digantikan rezim baru—maka runtuhlah pula bangunan itu. Menurut Bambang Purwanto (2006: 52), kejatuhan sebuah rezim akan memunculkan berbagai nilai baru yang menyertainya, dan dengan segera diikuti oleh kebutuhan untuk memiliki [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Menelisik Khazanah Arsip Peristiwa 65

Film G30S untuk milenial: celah rekonsiliasi atau polarisasi?

2017-10-09T12:59:52+02:00Oktober 6th, 2017|Opini|

Ayu Diasti Rahmawati | Oktober 6, 2017 4.38pm WIB Polarisasi atau rekonsiliasi? Film produksi Orde Baru berjudul “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI” baru-baru ini mengemuka lagi dalam perdebatan publik setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan “nonton bersama” film tersebut. Presiden Joko Widodo pun turut meramaikan perdebatan melalui usulnya untuk memperbarui film itu agar cocok untuk generasi milenial. Perlu tidaknya film seputar [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Film G30S untuk milenial: celah rekonsiliasi atau polarisasi?
Go to Top