Opinion

Home/Article/Opinion

Membicarakan 1965: Kita Sudah Pernah Cukup Maju

2018-04-26T21:35:19+01:00 April 26th, 2018|Categories: Opinion|Tags: , , , , |

Suhadi Cholil* | September 19, 2017 Pada hari Sabtu, 16 September 2017, kegiatan seminar yang direncanakan akan mendiskusikan sejarah 1965 dibubarkan Polda Metro Jaya. Jalan menuju kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, tempat kegiatan itu, diblokade aparat sehingga peserta seminar yang sebagiannya dari generasi tua tidak bisa masuk. Hari berikutnya, para aktivis memprotes pelarangan seminar di LBH tersebut [...]

Comments Off on Membicarakan 1965: Kita Sudah Pernah Cukup Maju

Cendrawasih dari Priangan

2018-04-26T21:15:52+01:00 April 26th, 2018|Categories: Opinion|Tags: , , |

26 April, 2018 - 00:02 | Hawe Setiawan* INGATAN kolektif, betapapun retaknya, tersimpan di halaman koran. Laporan Gadis Rasid, "Boekencensuur in Indonesië Blijft Aanhouden", dalam NRC Handelsblad, 28 September 1976, mencatat bahwa 99 judul buku karya para penulis Indonesia dilarang beredar oleh pemerintah Indonesia waktu itu. Kejaksaan Orde Suharto mengaitkan buku-buku itu dengan Partai Komunis Indonesia dan organisasi-organisasi mantelnya. [...]

Comments Off on Cendrawasih dari Priangan

Persekusi dan Opresi Demokrasi

2018-04-03T19:34:46+01:00 April 3rd, 2018|Categories: Opinion|Tags: , , |

Oleh: Rasyid Ridha Saragih Runtuhnya pemerintah otoriter Orde Baru menjadi berkah bagi kondisi kebebasan sipil. Namun dalam perjalanannya, kondisi tersebut kini sedang dipertaruhkan. Bila dulu banyak dari tindakan opresi dilakukan secara vertikal oleh Negara terhadap masyarakat, opresi atas kebebasan sipil kini banyak dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat tertentu terhadap kelompok masyarakat lainnya. Opresi tersebut salah satunya termanifestasi [...]

Comments Off on Persekusi dan Opresi Demokrasi

Genosida Intelektual, UGM dalam Bayang Tragedi ’65

2018-04-01T15:34:17+01:00 March 30th, 2018|Categories: Opinion|Tags: , , , |

28 Maret 2018 Pada rentang waktu 1965-1966, terjadi pembantaian massal di seluruh wilayah Indonesia terhadap para terduga komunis. Semua orang yang berafiliasi ataupun diduga memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) ditangkap dan dibunuh. Mereka yang tertangkap namun tidak dibunuh harus menjalani tahanan, kerja paksa, dan diskriminasi untuk waktu yang lama, bahkan hingga saat ini. Majelis [...]

Comments Off on Genosida Intelektual, UGM dalam Bayang Tragedi ’65

Hilang dan Mati Pasca 65

2017-11-18T11:12:59+01:00 November 15th, 2017|Categories: News, Opinion|Tags: , , , |

15 November 2017 | Gde Putra | Sumber: Indoprogress.Com Meyakininya mati adalah cara untuk bertahan hidup bagi keluarga korban, agar bisa menghindari pertanyaan-pertanyaan mengenai nasib anggota keluarganya yang hilang. Mereka tak ingin pertanyaan-pertanyaan itu memberatkan langkah mereka saat melewati jalan terjal pasca pembantaian massal 65. Mereka harus berjuang dari nol, dipersulit oleh pemerintah, serta dililit stigma PKI. TIDAK [...]

Comments Off on Hilang dan Mati Pasca 65

Telegrams confirm scale of US complicity in 1965 genocide

2017-10-21T12:50:15+01:00 October 20th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , |

October 20, 2017 | Jess Melvin* There is much outrage in the United States that a foreign state might have attempted to influence its 2016 Presidential Election. The release on 17 October of a cache of previously classified telegrams sent from the US Embassy in Jakarta provides new and damning evidence that the US is no stranger [...]

Comments Off on Telegrams confirm scale of US complicity in 1965 genocide

Q&A: Was China behind the Sept. 30 1965 failed coup?

2017-10-21T06:14:35+01:00 October 20th, 2017|Categories: Opinion|

Devina Heriyanto | Jakarta | Fri, October 20, 2017 | 08:05 am Decades have passed and Indonesians are keen to debate what exactly happened on the fateful night of Sept. 30, 1965 and during the months-long communist purge that followed. Last year, an attempt at reconciliation was made by the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) with a [...]

Comments Off on Q&A: Was China behind the Sept. 30 1965 failed coup?

New Documents Reveal US Complacency in Indonesian Massacres

2017-10-20T02:04:01+01:00 October 18th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , |

18 October 2017 Newly declassified reports reveal that U.S. officials documented the killings of hundreds of thousands of civilians by the Indonesian government. Human rights organizations are calling on the United States and Indonesia to declassify more documents regarding the 1965-66 anti-communist purges that took place under the leadership of Suharto, formerly an important ally of [...]

Comments Off on New Documents Reveal US Complacency in Indonesian Massacres

Menelisik Khazanah Arsip Peristiwa 65

2017-10-16T10:44:50+01:00 October 13th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , |

13 October 2017 | Aan Ratmanto REZIM yang tengah berkuasa—di mana pun itu berada—pasti akan selalu melakukan ‘kontrol arsip’ untuk kepentingan politiknya. Ketika rezim itu jatuh—dan digantikan rezim baru—maka runtuhlah pula bangunan itu. Menurut Bambang Purwanto (2006: 52), kejatuhan sebuah rezim akan memunculkan berbagai nilai baru yang menyertainya, dan dengan segera diikuti oleh kebutuhan untuk memiliki sebuah [...]

Comments Off on Menelisik Khazanah Arsip Peristiwa 65