Opinion

Home/Article/Opinion

Provokasi Isu dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi Perempuan

2017-09-28T01:29:24+02:00 September 27th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , |

Oleh: Luviana   Jakarta - Rasa ketakutan untuk berkumpul atau mengadakan acara. Jika mengadakan acara, maka sewaktu-waktu bisa dibubarkan. Inilah rasa ketakutan yang menyergap beberapa anak-anak muda sejak pengepungan yang dilakukan di LBH Jakarta pada 16-17 September 2017 lalu. Di luar itu, pembubaran agenda-agenda diskusi festival belok kiri, diskusi 65, diskusi keberagaman agama, pemutaran film menjadi [...]

Comments Off on Provokasi Isu dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi Perempuan

Waspada! Isu PKI, Umpan Lambung Kebangkitan Orde Baru?

2017-09-27T21:57:42+02:00 September 27th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , |

BY HYSEBASTIAN | SEPTEMBER 27, 2017 Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Begitulah pepatah Indonesia yang menjelaskan bagaimana kita harus menjadi manusia. Hal-hal yang diingat ketika manusia mati, adalah jasa-jasanya ataupun kesalahan-kesalahannya. Perbuatan manusia baik maupun buruk, akan tetap dikenal dan dikenang meskipun sekarang sudah tidak ada lagi. Orang yang mati, suaranya tetap [...]

Comments Off on Waspada! Isu PKI, Umpan Lambung Kebangkitan Orde Baru?

Hiruk pikuk ‘bahaya’ komunis: sampai kapan?

2017-09-28T01:01:11+02:00 September 27th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , |

September 27, 2017 4.45pm WIB Ariel Heryanto* Setiap masyarakat menyimpan keganjilan. Ini contoh keganjilan berganda dari Indonesia. Di ruang publik “komunisme” menjadi topik yang super meriah. Nyaris tak ada topik lain yang lebih dibahas dalam tiga generasi paling mutakhir. Mungkin yang mengungguli popularitasnya hanya topik keagamaan, khususnya Islam. Keganjilan pertama, sejak berakhirnya Perang Dingin topik itu [...]

Comments Off on Hiruk pikuk ‘bahaya’ komunis: sampai kapan?

Drama 1965 di Atas Panggung Asia

2017-09-26T21:49:53+02:00 September 26th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , |

Bonnie Triyana | Selasa 26 September 2017 WIB Buku yang membuka mata atas berbagai reaksi negeri-negeri di Asia terhadap genosida politik di Indonesia. KENDATI disebut-sebut oleh koran New York Times sebagai tragedi kemanusiaan (dengan jumlah korban terbanyak) setelah Perang Dunia Kedua, selama ini genosida politik 1965-1966 terkesan mengundang sedikit saja reaksi dari negeri-negeri lain terhadap Indonesia. Kesan tersebut pudar [...]

Comments Off on Drama 1965 di Atas Panggung Asia

Jenderal Gagap Sejarah

2017-09-27T22:08:00+02:00 September 21st, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , |

by: Kajitow Elkayeni | September 21, 2017 Film Pengkhianatan G 30 S/PKI (1984), menurut para sineas memiliki tingkat artistik yang patut dipuji. Namun ada beberapa poin yang tidak ada dalam fakta sebenarnya. Prof. Salim Said memberikan pemakluman, ia menyatakan bahwa seseorang bebas berinterpretasi atas fakta sebagai bentuk olah kreatifitasnya. Saya kira ini pendapat yang berbahaya, karena kita sedang berbicara tentang [...]

Comments Off on Jenderal Gagap Sejarah

Demonisasi Komunisme di Indonesia

2017-09-27T21:31:59+02:00 September 20th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , |

THURSDAY, SEPTEMBER 28, 2017 [ Barra ] 52 Tahun yang Lalu, Indonesia Barbar Dirintis Orba Partai Komunis Indonesia, partai yang besar jasanya bagi kemerdekaan Indonesia sekaligus paling diperlakukan jahat oleh orde baru. Satu-satunya partai yang menggunakan “Indonesia” menjadi nama resmi partai politik jauh sebelum nama Indonesia digunakan menjadi nama bangsa ini; 25 tahun sebelum Indonesia merdeka, [...]

Comments Off on Demonisasi Komunisme di Indonesia

Kritik film Pengkhianatan G30 S PKI

2017-09-25T06:13:32+02:00 September 20th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , |

Oleh : Muhammad Iqbal* | Rabu, 20 September 2017  Film Pengkhianatan G30 S PKI bisa jadi merupakan gambaran resmi usaha kudeta 1965 yang paling masyhur, karena setelah dirilis pada 1983, film itu ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) setiap 30 September sepanjang periode Orde Baru. Pemerintah bermaksud agar film itu beredar secara luas. Oleh karena itu gambaran peristiwa-peristiwa di dalam film [...]

Comments Off on Kritik film Pengkhianatan G30 S PKI

G30S dan Supersemar dari Mata Tarzie Vittachi, Seorang Wartawan Asing di Jakarta

2017-10-06T08:54:15+02:00 September 20th, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , , , |

 20 September 2017 | Monique Rijkers Pagi 1 Oktober 1965, Soeharto berada di Markas Kostrad. Mengutip buku "The Fall of Sukarno" yang ditulis Tarzie Vittachi, Soeharto mengaku, "Tidak ada yang lebih menyenangkan dari pertemuan dengan Nasution pagi itu," Tarzie, wartawan Srilanka peraih penghargaan Ramon Magsaysay pada 1959, mengungkapkan sebuah "fakta baru". Pada bab VIII, Tarzie menuturkan [...]

Comments Off on G30S dan Supersemar dari Mata Tarzie Vittachi, Seorang Wartawan Asing di Jakarta

Upaya Soeharto Mengklaim Pancasila dari Sukarno

2017-10-03T22:52:57+02:00 June 1st, 2017|Categories: Opinion|Tags: , , |

Kolumnis: Windu Jusuf Selama 30 tahun, Soeharto memberangus oposisi melalui Pancasila. Pengesahan Pancasila sebagai Asas Tunggal, istilah mengerikan pada 1980-an, digunakan untuk mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok politik yang tak sejalan dengan pemerintah. Partai-partai Islam menolak. Ormas-ormas besar seperti Nadhlatul Ulama awalnya keberatan. Sementara organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang mendukung berdirinya Orde Baru pada [...]

Comments Off on Upaya Soeharto Mengklaim Pancasila dari Sukarno