den haag

Seruan Pers | Pengungkapan Kebenaran dan Jalan Berkeadilan bagi Penyintas

2017-09-13T20:51:28+02:00Maret 29th, 2017|Siaran Pers|

Seminar 31 Maret 2017 Pengungkapan Kebenaran dan Jalan Berkeadilan bagi Penyintas Pengungkapan kebenaran tentang kejahatan serius di masa lalu —baik kejahatan terhadap kemanusiaan maupun pemusnahan suatu kelompok politik— bukan hanya merupakan salah satu pilar hak-hak korban/ penyintas atas kebenaran dan keadilan tapi juga merupakan hak publik untuk tahu. Sebagaimana kita ketahui, Majelis Hakim Pengadilan Rakyat [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Seruan Pers | Pengungkapan Kebenaran dan Jalan Berkeadilan bagi Penyintas

IPT nyatakan Indonesia bersalah lakukan pembantaian massal 1965

2017-09-23T10:36:46+02:00Juli 20th, 2016|Opini|

Rabu, 20 Juli 2016 14:49 | Reporter : Ardyan Mohamad Majelis Hakim International People Tribunal (Pengadilan Rakyat Internasional) 1965 menyatakan pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas 10 kejahatan kemanusiaan berat pada kurun 1965-1966. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia turut terlibat membantu pelanggaran hak asasi manusia tersebut. Putusan dibacakan Rabu (20/7) oleh Ketua Majelis Hakim [...]

Komentar Dinonaktifkan pada IPT nyatakan Indonesia bersalah lakukan pembantaian massal 1965

Pidato Zak Yacoob

2017-09-23T13:24:46+02:00Juli 20th, 2016|Opini|

  PUTUSAN HAKIM TRIBUNAL RAKYAT INTERNASIONAL 1965 ATAS KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN PERISTIWA 1965 Laporan ini dibuat setelah Majelis Hakim mengikuti IPT 1965 di Nieuwe Kerk, Den Haag, Belanda, tanggal 10 -14 November 2015. Selama empat hari sidang, Majelis hakim mendengarkan pernyataan para jaksa, dan kesaksian lebih dari 20 orang saksi. Dan menerima ratusan dokumen sebagai [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Pidato Zak Yacoob

Simposium ‘anti-PKI’: Pensiunan jenderal, kaum radikal dan Haji Lulung

2017-10-01T22:55:32+02:00Juni 2nd, 2016|Berita, Opini|

International People's Tribunal (IPT) 1965 yang berlangsung di Den Haag, Belanda, dan Simposium Nasional Tragedi 1965, dituduh "memberi angin" terhadap aksi PKI. Simposium 'anti-PKI' untuk menandingi kedua kegiatan tersebut, telah resmi dibuka dan langsung dipenuhi pernyataan. Sejumlah pembicara dan tamu yang hadir antara lain pemimpin Front Pembela Islam, FPI, Rizieq Shihab, politisi Abraham Lunggana atau Haji [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Simposium ‘anti-PKI’: Pensiunan jenderal, kaum radikal dan Haji Lulung

Wanita yang serahkan surat tuntutan rekonsiliasi ’65 kepada Jokowi

2017-10-07T00:21:05+02:00April 29th, 2016|Opini|

Sisca Pattipilohy. Foto-foto: Aboeprijadi Santoso Francisca dan suaminya juga menjadi korban penangkapan tragedi 1965. Cisca berhasil dibebaskan, namun suaminya meninggal saat ditahan di Nusa Kambangan. oleh: RIKA THEO, Sumber: Rappler.com DEN HAAG, Belanda - Di usianya yang ke-90, Francisca C. Pattipalohy berkesempatan menjabat tangan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Ia menangis terharu usai melakukannya. [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Wanita yang serahkan surat tuntutan rekonsiliasi ’65 kepada Jokowi

Tribunal 1965: Kesaksian Intan

2017-10-07T18:20:40+02:00Maret 25th, 2016|Opini|

Den Haag, Nieuwe Kerk 12 november 2015 Intan dihadirkan sebagai saksi untuk pembuktian tuduhan Penghilangan Paksa. Ia bersaksi di balik tirai hitam. Pertama-tama jaksa menanyakan apakah sudah siap dan bagaimanya keadaannya. Saksi menjawab telah siap dan berada dalam keadaan baik. Jaksa kemudian meminta ia bersaksi apa yang terjadi dengan keluarganya di tahun 1965. Intan: “Terima [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Tribunal 1965: Kesaksian Intan

Kesaksian Martin Aleida dalam Tribunal Rakyat Internasional 1965

2017-10-07T20:48:26+02:00Maret 21st, 2016|Opini|

  Saya Menemukan Penjara yang Lebih Besar dari Sekadar Satu Sel Pada 11 November 2015 Martin Aleida memberi kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim, Jaksa dan hadirin di tribunal rakyat di Nieuwe Kerk, Den Haag. Sejak 1963 ia bekerja sebagai wartawan Harian Rakyat di Jakarta hingga ia menjadi tahanan dalam Operasi Kalong pada 1965. Jaksa : [...]

Komentar Dinonaktifkan pada Kesaksian Martin Aleida dalam Tribunal Rakyat Internasional 1965
Go to Top